Ada sebuah ceramah agama
disampaikan oleh seorang ustadz. Beliau mengatakan bahwasannya faktor
kesuksesan seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh hubungannya kepada Allah
saja/hablumminallah (Vertikal),
tetapi juga hubungannya kepada sesama manusia/hablumminannaas (Horizontal) serta prilaku diri sendiri.
Hablumminallah, mentaati perintah
Allah dan menjauhi laranganNya. Sejatinya, jika Hablumminallah kita jalani
dengan baik, maka mestinya yang lain sudah termasuk satu paket. Karena salah
satu perintah Allah dalam hablumminallah adalah menjalin hubungan baik sesama
manusia (Hablumminannas) serta tidak melakukan kerusakan bagi diri sendiri dan
seluruh makhluk di bumi.
Dalam Hablumminallah, Allah
menyuruh kita berbuat baik kepada ibu bapak, maka taati! Dalam Hablumminallah, Allah
melarang kita memfitnah, mendengki, menghasut, iri dengan tetangga. Maka taati!
Ini wujud hablumminannas juga. Dalam Hablumminallah, Allah melarang kita berbuat
hina, merusak tanaman, membuat onar, membunuh sembarang binatang. Maka taati!
Itu semua ada hikmah yang tidak mampu kita fahami. Ketaatan mendatangkan rizki
yang tidak disangka-sangka.
Berbuat baik kepada sesama
manusia, berarti kita jalin persaudaraan yang baik kepada sesama manusia (bukan
hanya Muslim). Nasihat bijak mengatakan, kita bantu orang, pasti suatu saat
kita akan dibantu. Allah berfirman, “Dan siapa yang melakukan kebaikan seberat
biji sawi, Allah pasti akan membalasnya dengan Kebaikan pula. Dan siapa yang
melakukan keburukan seberat biji sawi, Allah juga pasti akan membalasnya dengan
keburukan.”
Dalam sebuah kitab berjudul
“TA’LIMUL MUTA’ALLIM” disitu disebutkan ada beberapa hal yang harus dilakukan
dan dihindari oleh orang-orang beriman agar selalu mendapat rizki yang melimpah
dari Allah. Jangan mengartikan sempit tentang rizki. Rizki bukan hanya materi.
Kita terhindar dari malapetaka, sembuh dari sakit, jauh dari para penggosip, bahkan
dikasih sakit juga rizki. Mengapa demikian? Berkumpul dengan penggosip
mendatangkan dosa, maka dijaukan dari mereka berarti Allah sayang pada kita
supaya kita tidak jatuh dalam dosa yang mengalir. Sakit mampu menghapus dosa.
Itu ada dalam beberapa hadist Rasulullah. Dan itu bukti Allah sayang kepada
kita. Itulah beberapa hikmahnya.
Berikut intisari kitab “TA’LIMUL
MUTA’ALLIM.” Syukur-syukur jika anda mampu mengambil hikmah dari larangan dan
perintah dalam intisari yang disebutkan berikut ini.
BAB
III
MENDATANGKAN
DAN MENOLAK REZEKI
a). Yang menyebabkan fakir
1. Tidur diwaktu Shubuh,
2. Tidur telanjang lepas pakaian,
3. Kencing dengan telanjang bulat,
4. Makan dalam keadaan junub,
5. Makan dengan berbaring,
6. Mengabaikan remukan hidangan sisa
makanan,
7. Membakar kulit bawang merah dan
bawang putih,
8. Menyapu rumah dengan kain,
9. Menyapu rumah dimalam hari,
10. Menyapu sampah tidak langsung
dibuang,
11. Berjalan di muka orang tua /
mendahuluinya,
12. Memanggil kedua orang tua hanya
dengan menyebut namanya,
13. Mencukuti sela – sela gigi dengan
benda keras,
14. Mencuci tangan dengan tanah dan debu,
15. Duduk di atas tangga atau sikai,
16. Bersandar pada salah satu kaca –
kaca pintu,
17. Berwudhu di tempat peristirahatan,
18. Menjahit pakaian pada badannya
(sedang dipakai),
19. Menyapu muka dan keringat dengan
gombal (kain majun),
20. Tidak mau membersihkan rumah laba –
laba di rumah
21. Mempermudah/mempercepat dalam
mengerjakan Sholat (tidak mau merendah dan khusu’),
22. Segera keluar dari masjid setelah
sholat Shubuh,
23. Berpagi – pagi benar berangkat ke
pasar,
24. Menunda – nunda pulang dari pasar,
25. Membeli barang atau makanan dari
fakir miskin yang meminta – minta,
26. Mendoakan jelek pada anak,
27. Tidak mau menutupi bejana,
28. Memadamkan lampu dengan tiupan
napas,
29. Menulis dengan pena atau pulpen yang
diikat sudah rusak,
30. Bersisir dengan sisir yang sudah
pecah – pecah,
31. Tidak mau mendoakan baik kepada
kedua orang tua,
32. Memakai surban dengan duduk,
33. Memakai celana sambil berdiri,
34. Bakhil / pelit
b). Mempermudah datangnya
rezeki
1. Mengerjakan Sholat dengan penuh
hormat, khusu’ dengan menyempurnakan yang rukun, wajib, sunnah dan disiplin
moral (adab) nya.
2. Banyak bersedekah.
3. Datang ke masjid sebelum adzan.
4. Membiasakan bersuci (bila hadats
selalu berwudhu)
5. Sholat Sunnah sebelum Shubuh, Sholat
Witir di rumah..
6. Tidak memperbincangkan masalah dunia
setelah Sholat Witir.
7. Menjauhi banyak duduk – duduk
bersama para wanita kecuali ada hajat.
Anugerah
Umur Panjang yang barokah juga rizki, maka berikut amalannya.
BAB
IV.
AMALAN
YANG DAPAT MEYEBABKAN UMUR PANJANG
1. Taqwa.
2. Hormat kepada orang tua dan tidak
menyakitinya.
3. Menyambung kekerabatan atau
silaturahmi.
4. Hendaklah tidak sampai memotong
pohon yang masih hidup dan basah kecuali dalam keadaan darurat.
5. Menyempurnakan Wudhu.
6. Mengerjakan Sholat dengan penuh
kehormatan.
7. Menunaikan ibadah Haji dan Umrah
secara bersama atau Qiran.
8. Menjaga kesehatan.

No comments:
Post a Comment