Abu Na’im meriwayatkan dalam kitab Al-Hulliyah dari Kumail ibn Ziyad yang berkata bahwa Ali ibn Abi Thalib memegang tanganku lalu membawaku ke padang pasir. Ketika sampai di sana disana ia kemudian duduk. Lalu menarik nafasnya dalam-dalam seraya berkata, “Wahai Kumail, hati ibarat bejana dan yang paling baik adalah yang paling berkesadaran, maka peliharalah kata-kataku ini. Manusia ada tiga macam; orang yang alim rabbani, orang yang terus belajar untuk selamat dan orang yang liar tanpa kendali yang menuruti semua panggilan yang condong kemana ingin bertiup yang mengambil cahaya ilmu dan tidak pula bersandar pada tiang yang kokoh. Ilmu lebih baik dari pada harta. Karena ilmu menjagame sedangkan engkau menjaga harta. Ilmu bertambah karena amal, sedangkan harta berkurang karena dibelanjakan. Cinta ilmu adalah piutang yang akan dibayar. Ilmu memberi orang yang berilmu ketaatan dalam hidupnya dan menjadi pembicaraan baik setelah mati. Sedangkan manfaat harta habis dengan habisnya harta. Para penyimpan harta mati dalam hidup mereka sedangkan orang-orang berilmu tetap hidup selama masih ada, mata mereka hilang sedangkan keteladanan mereka ada dalam hati manusia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment