ENSIKLOPEDI KEHIDUPAN IV

Kecerdasan otak biasanya identik dengan kemampuan menghafal. Pada masa Rasulullah saw, kemampuan menghafal merupakan suatu hal yang sangat berharga di kalangan para sahabat sehingga kesulitan menghafal dinilai sebuah aib bagi mereka.

Tahukah Anda??
Sebenarnya, menghafal merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan akal (qalbu) bukan otak, karena qalbulah yang mampu memberi pemahaman hingga objek yang dihafalkan itu bisa diterima dengan mudah oleh otak. Oleh karena itu dikenal istilah ‘learn by heart’ untuk kata menghafal dalam bahasa Inggris.

Kemampuan qalbu dalam menjalankan fungsi pemahaman juga dipengaruhi oleh kualitas kejernihan qalbu itu. Kita harus senantiasa menjaganya agar tetap bersih karena dosa akan mampu merusak akal kita serta membuat seseorang sulit untuk menghafal dan menerima ilmu. Seperti kisah Imam Syafi’i, bagaimana beliau mengaku kehilangan hafalan Al-Qur’an dan Haditsnya hanya karena melihat betis wanita. Maka dari itu juga dikenal kata ‘yahfadhu’ dalam bahasa Arab untuk kata menghafal yang berarti ‘menjaga (qalbu)’.

Lalu bagaimana dengan kemampuan otak yang sering kita manfaatkan untuk menyelesaikan masalah hidup sehari-hari dan begitu diandalkan oleh Albert Einstein serta ilmuwan modern lainnya? Jawabannya akan kita temukan pada buku ini beserta topic lain seputar:
1. Rahasia kecerdasan para ilmuwan Muslim klasik (tutorial)
2.Rahasia  kecerdasan para ilmuwan modern.(tutorial)
3. Keunggulan ilmuwan muslim daripada ilmuwan modern
4. Teladan para Nabi mengenai hikmah ujian (Seri kisah teladan), dll.

Wise Words oleh:
KH. Abdul Ghafur
(Pengasuh PonPes Sunan Drajad-Lamongan)

Sampaikan buku ini kepada kerabat dekat, sahabat, dll., Semoga ilmu yang kita sampaikan menjadi amal jariyah yang mengalir hingga yaumul akhir...amin...    

DOWNLOAD DI SINI!

KAYA HIDUP KAYA AKAL KAYA HATI

ENSIKLOPEDI KEHIDUPAN IV

Kecerdasan otak biasanya identik dengan kemampuan menghafal. Pada masa Rasulullah saw, kemampuan menghafal merupakan suatu hal yang sangat berharga di kalangan para sahabat sehingga kesulitan menghafal dinilai sebuah aib bagi mereka.

Tahukah Anda??
Sebenarnya, menghafal merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan akal (qalbu) bukan otak, karena qalbulah yang mampu memberi pemahaman hingga objek yang dihafalkan itu bisa diterima dengan mudah oleh otak. Oleh karena itu dikenal istilah ‘learn by heart’ untuk kata menghafal dalam bahasa Inggris.

Kemampuan qalbu dalam menjalankan fungsi pemahaman juga dipengaruhi oleh kualitas kejernihan qalbu itu. Kita harus senantiasa menjaganya agar tetap bersih karena dosa akan mampu merusak akal kita serta membuat seseorang sulit untuk menghafal dan menerima ilmu. Seperti kisah Imam Syafi’i, bagaimana beliau mengaku kehilangan hafalan Al-Qur’an dan Haditsnya hanya karena melihat betis wanita. Maka dari itu juga dikenal kata ‘yahfadhu’ dalam bahasa Arab untuk kata menghafal yang berarti ‘menjaga (qalbu)’.

Lalu bagaimana dengan kemampuan otak yang sering kita manfaatkan untuk menyelesaikan masalah hidup sehari-hari dan begitu diandalkan oleh Albert Einstein serta ilmuwan modern lainnya? Jawabannya akan kita temukan pada buku ini beserta topic lain seputar:
1. Rahasia kecerdasan para ilmuwan Muslim klasik (tutorial)
2.Rahasia  kecerdasan para ilmuwan modern.(tutorial)
3. Keunggulan ilmuwan muslim daripada ilmuwan modern
4. Teladan para Nabi mengenai hikmah ujian (Seri kisah teladan), dll.

Wise Words oleh:
KH. Abdul Ghafur
(Pengasuh PonPes Sunan Drajad-Lamongan)

Sampaikan buku ini kepada kerabat dekat, sahabat, dll., Semoga ilmu yang kita sampaikan menjadi amal jariyah yang mengalir hingga yaumul akhir...amin...    

DOWNLOAD DI SINI!

No comments:

Post a Comment